Selayang Pandang KIM Kirana


SELAYANG PANDANG KIM KIRANA

VISI KIM :
·      Terwujudnya KIM yang Inovatif dalam meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat melalui Pendayagunaan informasi dalam rangka  mencapai masyarakat informasi yang sejahtera

MISI KIM :
  • Meningkatkan peranan KIM dalam memperlancar Arus informasi antar pemerintah dengan
    masyarakat dan antar golongan masyarakat .
  •  Meningkatkan kemampuan anggota KIM dan masyarakat dalam mengakses dan mengelolah informasi dalam rangka meningkatkan literasi informasi dan mengatasi   kesenjangan informasi
  •  Mengembangan Aktivitas KIM dalam mendayagunakan informasi guna meningkatkan nilai tambah masyarakat meningkatakan aktivitas KIM dalam menyerap dan menyalurkan As[pirasi masyarakat
TUGAS KIM:

  • Mewujudkan masyarakat yang Aktif ,peduli .peka dan memahami informasi
  • Memberdayakan masyarakat agar dapat memilih dan memilih informasi yang dibutuhkan
  • Dan bermanfaat
  • Mewujudkan jaringan infomasi serta Media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan
    masyarakat maupun dengan pihak lain
  • Menghubungkan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lain untuk mewujudkan
    kebersamaan,kesatuan persatuan bangsa .
FUNGSI KIM:

  •  Sebagai Wahana informasi antar anggota KIM secara Horizontal dari KIM ke pemerintah
    secara Bottom up dan dari pemerintah ke kepada masyarakat secara Top down .
  • Sebagai Mitra dialog dengan pemerintah pemerintah provinsi dan pemerintah
    Kabupaten /kota dalam merumuskan kebijakan Publik
  • Sarana  peningkatan literacy masyarakat  di bidang informasi dan media serta teknologi
    informasi dan komunikasi di kalangan anggota KIM dan masyarakat .Sebagai lembaga
    yang memiliki nilai Ekonomi .

MOTTO :

“Mengelola Potensi Lokal Demi Kesejahteraan”
Read More

Materi Pendidikan

Kebijakan pembangunan pendidikan nasional
Pada hakekatnya setiap manusia membutuhkan pendidikan dalam rangka untuk memperluas wawasan dan kualitas hidupnya, sehingga setiap warga masyarakat berhak untuk mendapatkan pendidikan, baik pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat.
UUD 1945 Bab XIII Pasal 13 ayat 1 dan 2 berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam mencedaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang“.
UU No.20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Bab XV pasal 54 ayat 1 dan 2 berbunyi “(1) Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan…. (2) Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber laksana dan pengguna hasil pendidikan“.
Bab XIII pasal 46 ayat 1 dan 2 berbunyi(1) Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. (2) Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat 4 UUD 1945“.

Prinsip-prinsip pendidikan nasional:
1. Demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjujung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
2. Satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka dan multimakna, diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
3. Memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
4. Mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
5. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggarakan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Tujuan pembangunan pendidikan nasional jangka menengah:
1. meningkatkan iman, takwa, akhlak mulia
2. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
3. meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis
4. meningkatkan kualitas jasmani
5. meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil, tidak diskriminatif, dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal, status sosial ekonomi, jenis kelamin, kelompok etnis, dan kelainan fisik, emosi, mental serta intelektual
6. menuntaskan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun secara efisien, bermutu, dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia indonesia
7. menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara
8. memperluas akses pendidikan nonformal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah, tidak pernah sekolah, buta aksara, putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan.
9. meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri, bermutu, terampil, ahli dan profesional, mampu belajar sepanjang hayat, serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan
10. meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan standar pelayanan minimal, serta meningkatkan kualifikasi minimum dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya
11. meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian, pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat
12. menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien, produktif, dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel
13. meningkatnya efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah, peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan, serta efektifitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan
14. mempercepat pemberantasan KKN untuk mewujudkan Depdiknas yang bersih dan berwibawa

Dimensi kemanusiaan mencakup tiga hal paling mendasar, yaitu (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (2) kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; (3) psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.

Visi pendidikan nasional
“Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah”.

INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna)
Yang dimaksud dengan insan Indonesia cerdas adalah insan yang cerdas secara komprehensif, yang meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestesis.
Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif
Cerdas Spiritual:
* beraktualisasi diri melalui olah hati / kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia dan termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul.
Cerdas Emosional dan Sosial:
* beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya.
* beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang:
- membina dan memupuk hubungan timbal balik
- demokratis
- empatik dan simpatik
- menjujung tinggi hak asasi manusia
- ceria dan percaya diri
- menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara
- berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara
Cerdas Intelektual:
* beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
* aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif dan imajinatif
Cerdas Kinestetis:
* beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar, berdaya tahan, sigap, terampil, dan trengginas
* aktualisasi insan adiraga

Makna Insan Indonesia Kompetitif
Kompetitif:
* berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan
* bersemangat juang tinggi
* mandiri
* pantang menyerah
* pembangun dan pembina jejaring
* bersahabat dengan perubahan
* inovatif dan menjadi agen perubahan
* produktif
* sadar mutu
* berorientasi global
* pembelajar sepanjang hayat

Misi Departemen Pendidikan Nasional
  1. mengupayakan perluasan dan perataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat indonesia
  2. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar
  3. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk engoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral
  4. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global
  5. memperdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks NKRI
Tata Nilai Depdiknas
* Input Values; nilai-nilai yang dapat ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas dalam rangka mencapai keunggulan, yang meliputi:
- Amanah
- Profesional
- Antusias dan bermotivasi tinggi
- Bertanggung jawab dan mandiri
- Kreatif
- Disiplin
- Peduli dan menghargai orang lain
- Belajar sepanjang hayat

* Process Values; nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas dalam rangka mencapai dan mempetahankan kondisi yang diinginkan, yang meliputi:
- Visioner dan berwawasan
- Menjadi teladan
- Memotivasi
- Mengilhami
- Memberdayakan
- Membudayakan
- Taat azas
- Koordinatif dan bersinergi delam kerangka kerja tim
- Akuntabel

* Output Values; nilai-nilai yang diperhatikan oleh para stakeholders (Pemerintah, DPR, pegawai, donatur, dunia pendidikan, dan masyarakat lainnya, yang meliputi:
- Produktif (efektif dan efisien)
- Gandrug mutu tinggi/service excellence
- Dapat dipercaya (andal)
- Responsif dan aspiratif
- Antisipatif dan inovatif
- Demokratif, berkeadilan, dan inklusif

Fokus pembangunan pendidikan nasional: (1) pemerataan dan perluasan akses, (2) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, dan (3) penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik.

Pemerataan dan perluasan akses pendidikan dilakukan melalui penguatan progam-program sbb:
- Pendanaan biaya operasi Wajar Dikdas 9 tahun
- Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan Wajar
- Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
- Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal
- Perluasan akses pendidikan keaksaraan > 15 tahun
- Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif
- Pengembangan pendidikan layanan khusus bagi anak usia Wajar Dikdas
- Perluasan akses PAUD
- Pendidikan kecakapan hidup
- Perluasan akses SMA/SMK dan SM terpadu
- Perluasan akses Perguruan Tinggi
- Pemanfaatan TIK sebagai sarana pembelajaran jarak jauh
- Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA, SMK/SM Terpadu, SLB dan PT

Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan dilakukan melalui penguatan progam-program sbb:
- Implemetasi dan penyempurnaan SNP dan penguatan peran BSNP
- Pengawasan dan penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu pada SNP
- Survei Benchmarking mutu pendidikan terhadap standar internasional
- Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi oleh BAN-SM, BAN-PNF, dan BAN-PT
- Pengembangan guru sebagai profesi
- Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
- Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
- Perbaikan dan pengembangan sarana dan prasarana
- Perluasan pendidikan kecakapan hidup
- Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kabupaten/Kota
- Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap provinsi/kabupaten/kota
- Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia atau 500 besar dunia
- Akselarasi jumlah program studi kejuruan, vokasi, dan profesi
- Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI
- Peningkatan kreativitas, enterpreneurship, dan kepemimpinan mahasiswa
- Pemanfaatan TIK dalam pendidikan

Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik pendidikan secara keseluruhan dapat digambarkan sbb:
- Peningkatan sistem pengendalian internal berkoordinasi dengan BPKP dan BPK
- Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat Inspektorat Jenderal
- Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat Perencanaan dan Penganggaran
- Peningkatan kapasitas dan kompetensi manajerial aparat
- Peningkatan ketaatan pada peraturan perundang-undangan
- Penataan regulasi pengeloaan pendidikan dan penegakan hukum di bidang pendidikan
- Peningkatan citra dan layanan publik
- Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan
- Pelaksanaan Inpres No.5 Th.2004 tentang percepatan pemberantasan KKN
- Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Inspektorat Jenderal
- Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen, BPKP, dan BPK
- Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen, BPKP, dan BPK
- Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (keuangan, aset, kepegawaian, dan data lainnya

Latar belakang pengembangan profesi guru
Pembinaan dan pengembangan profesi guru dilandasi oleh beberapa faktor, antara lain: (1) rendahnya kualitas guru, (2) rendahnya kesejahteraan guru, (3) citra, harkat, martabat dan status guru semakin merosot, (4) masih ada guru yang kualifikasi akademiknya belum S1/4.

Tujuan pembinaan dan pengembangan profesi guru:
1. peningkatan kualitas guru
2. peningkatan kesejahteraan guru
3. memberikan perlindungan kepada guru
4. peningkatan citra, harkat, martabat dan status sosial guru

Kedudukan, fungsi, dan tujuan guru sebagai tenaga profesional:
1. guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal
2. pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikasi guru
3. guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah berkedudukan sebagai pegawai pemerintah atau pemerintah daerah; sedangkan guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat berkedudukan sebagaimana ditentukan dalam perjanjian kerja

Pengertian dan ciri-ciri profesionalisme guru
Profesionalisme guru adalah suatu pekerjaan atau jabatan yang memerlukan spesifikasi tertentu dan antara tugas, beban, dan tanggung jawab seimbang dengan imbalan yang diterimanya.
Ciri-cirinya:
- memiliki bakat, minat, dan idealisme
- memiliki pengetahuan atau wawasan global dan holistik
- memiliki daya ramal ke depan
- memiliki kecerdasan, kreativitas, dan inovatif
- memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan beban tugas
- memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan beban tugas
- memiliki ikatan kesejawatan dan kode etik profesi
- bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalannya
- menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
- menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Inggris
- memiliki kemampuan bermasyarakat
- dapat menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan tutur bahasanya
Guru yang profesional disamping memiliki ciri-ciri di atas, juga dapat dilihat melalui kulifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi.

Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Kompetensi pedagogik:
- memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual
- memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya
- memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik
- memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik
- menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik
- mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran
- merancang pembelajaran yang mendidik
- melaksanakan pembelajaran yang mendidik
- mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran

Kompetensi kepribadian:
- menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa
- menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik
- mengevaluasi kinerja sendiri
- mengembangkan diri secara berkelanjutan

Kompetensi sosial:
- berkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat
- berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di sekolah dan masyarakat
- berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di tingkat lokal, regional, nasional, dan global
- memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri

Kompetensi profesional:
- menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya
- menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi
- menguasai dan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran
- mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi
- meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tidakan kelas

Peran guru dala pemberdayaan pendidikan
- menanamkan iman, takwa, dan budi perkerti luhur
- menjadi teladan/model bagi siswa dan masyarakat
- mentransfer iptek kepada peserta didik dan masyarakat
- bertugas dan bertanggung jawab mendidik peserta didik dan masyarakat
- memiliki kreativitas, inovator, katalisator, dan motivator kepada peserta didik dan masyarakat
Read More

About Us Kim Kirana

 
Pujian patut disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Kecamatan Pasrujambe sebagai salah satu dari 21 Kecamatan di Kabupaten Lumajang hingga kini masih tetap dalam suasana cuaca sejuk, pemandangan indah dan penuh potensi alam yang sangat dibanggakan masyarakat.
Dengan kondisi geografis yang berlokasi sekitar Gunung Semeru ini banyak berkecamuk dibenak masyarakat untuk banyak berpikir dan berbuat agar lingkungan menjadikan modal utama untuk menyejahterakan semuanya.
Ternyata memang untuk menumbuhkan dan menyuburkan ide-ide agar terrealisasi dalam kehidupan masyarakat tidak dapat ditanggung dan dilakukan seorang saja atau sendiri-sendiri. Maka integrated actions menjadi sangat dibutuhkan dan kualitas penguasaan berbagai skill menjadi sangat penting dalam membangun konstruksi kesamaan pandang dalam keanekaragaman potensi dan pengembangannya guna memperoleh dampak positif dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kecamatan Pasrujambe.
Penguasaan berbagai skill tentu harus ditunjang dasar pengetahuan yang cukup, dan itu berarti memerlukan refrensi atau bahan pengetahuan. Pertanyaan pertama yang muncul di benak banyak orang di Kecamatan ini, dari mana mendapatkan refrensi dan pengetahuan ini dengan cepat dan tepat ?. Jawaban dari pertanyaan itu ternyata terjawab sekitar tahun 2005 lalu dengan hadirnya Tele Centre Semeru yang lengkap dengan Gedung representatif bantuan Bupati saat itu lengkap didalamnya beberapa unit computer berikut internetnya serta adanya ruangan semacam ruang pertemuan. Pucuk dicinta, ulam tiba. Dari sinilah dapat diperoleh berbagai pengetahuan sebagai refrensi dalam rangka mengelola segenap potensi yang ada di Kecamatan Pasrujambe.
Dalam perjalanannya ternyata benar, banyak warga yang tambah pengetahuannya dengan mencari bahan (searching) melalui internet berbagai hal, utamanya yang sangat bersangkut paut dengan kemungkinan pengembangan potensi yang dimilIki alam Pasrujambe.
Dengan banyaknya ide-ide, setelah adanya Tele Centre itu, selain banyak didapat pengetahuan darinya, juga disisi lain lewat internet ini juga banyak tahu berbagai hal yang dibutuhkan orang diluar Pasrujambe dan berarti dengan Tehnologi Informasi itu sudah mulai bisa dimanfaatkan menawarkan berbagai produk.
Dengan banyaknya bermunculan ide dan produk masyarakat, maka baru dirasakan pentingnya integrated actions. Perlu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Maka tahun 2011 lalu disadari bahwa model KIM harus segera terbentuk dan actionnya realistic bukan awu-awu. Gak jamannya awu-awu lagi sekarang.
Sampai saat ini KIM berjalan sebagai motor penggerak dalam mendorong percepatan serap informasi sekaligus sebar informasi. Atas dasar pemikiran yang mendasari keberadaan KIM ini, maka jadilah sebuah Selogan “Mengelola Potensi Lokal demi Kesejahteraan” dan mengingat wilayah ini terdapat Pisang yang namanya dikenal dengan Pisang Emas “Kirana”, maka nama KIM kita adalah “KIRANA”.
Semoga dengan Profile ini menjadi bahan pendukung keberhasilan KIM “KIRANA” dimanapun kiprahnya.
                                                        
 KIM “KIRANA”
                         KETUA,

                   M . S U W O K O
 ALAMAT :

Telecenter Semeru, Jl. Raya Pagowan Desa Pagowan Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang No.Telp. (0334) 611160 Kode Pos. 67361.

SUSUNAN PENGURUS :

Pelindung                       :   Camat Pasrujambe
Penasehat                      :   Sekretaris Camat Pasrujambe

Ketua                            :   M. Suwoko
Sekretaris                      :   Beni Affandi
Bendahara                     :   Siti Fatimah
Sie Infokom                   :   Budi Hartono
                                             Masniah
Sie Usaha                      :   Sayudi
                                           Avita Maynar Damayanti
                                            Hadi Sutrisno     
Sie Penerapan Informasi : Sahlan Basyar
                                                Henik Susilowati


Read More

12 Langkah Sederhana Menghemat Energi

Perkembangan zaman dan kemampuan berfikir manusia dalam menciptakan teknologi memungkinkan kehidupa manusia menjadi mudah dan nyaman. Keberadaan alat seperti mobil, motor, lampu, televisi, kulkas, komputer dan sebagainya. Disisi lain, penggunaan yang berlebihan dan pertambahan populasi penduduk juga dapat meningkatkan kebutuhan energi.
Diperkirakan bahwa 90% pembangkit listrik bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara. Akhir-akhir ini sudah menjadi gejala menuju krisis energi dan bahan bakar serta makin tingginya harga minyak dunia. Pada situasi demikian, hal yang sebaiknya dilkukan adalah dengan melakukan penghematan energi atau penciptaan energi alternatif yang ramah lingkungan. Apabila dilakukan penghematan energi maka kita dapat menghemat biaya dan mengurangi dampak negatif dari emisi yang dihasilkan dari penggunaan energi yang berlebihan.

Berikut ini diuraikan langkah nyata sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk menghemat energi.
  1. Menggunakan lampu hemat energi misalnya lampu neon yan glebih bersifat hemat energi daripada lampu bohlem. Disiang hari dapat menggunakan penerang alami secara optima.
  2. Membentuk perilaku dan kebiasaan diri untuk menggunakan listrik saat diperlukan, secara bergantian, dan tidak berlebihan.
  3. Mematikan televisi, keran air, komputer atau lampu jika sudah tidak digunakan.
  4. Jika memungkinkan untuk mengeringkan pakaian secara alami di bawah sinar matahari.
  5. Menggunakan alat rumah tangga atau kantor yang bersifat hemat energi dan ramah lingkungan, seperti pendingin ruangan dan kulkas dengan freon ayng ramah lingkungan
  6. Mengefisienkan pemakaian energi di tempat umum, seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran, terminal, jalan raya, bandara, stasiun dan sebagainya.
  7. Mengdesain rumah atau gedung hemat energi, misalnya pencahayaan yang baik dengan cukup ventilasi, sehingga mengurangi penggunaan lampu di siang hari, mempergunakan bahan atap bangunan yang dapat mendinginkan suhu di dalam ruangan seperti atap berbahan tanah atau keramik, menaruh tanaman hias di dalam rumah untuk menyejukkan udara di dalam ruangan dan sebagainya.
  8. Pemerintah meyediakan fasilitas kendaraan umum massal secara efektif dan efisien.
  9. Pemerintah menyusun kebijakan dan memberikan penghargaan atau apresiasi positif atas segala upaya atau inovasi penghematan energi.
  10. Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang bersifat menghemat energi.
  11. Memakai jenis pakaian yang nyaman dan sesuai kondisi cuaca dan suhu udara, sehingga mengurangi penggunaan energi untuk pendingin atau pemanas ruangan
  12. Mengembangkan dan melakukan penelitian untuk energi alternatif, misalnya energi biodiesel.
Oleh karena itu, sebaiknya kita memulai menghemat penggunaan energi di manapun kita berada, dirumah di sekolah, ditempat kerja dan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, bumi menjadi tempat tinggal yang nyaman dan lestari untuk anak dan cucu kita kelak.
Read More

PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP

Yang dimaksud dengan lingkungan adalah :  jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam ruang yang kita tempati. Ahmad (1987:3) mengemukakan bahwa lingkungan hidup adalah sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.
St. Munajat Danusaputra : Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya. (Darsono, 1995)
Emil Salim : Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia
Salah seorang ahli ilmu lingkungan, yaitu Otto Soemarwoto mengemukakan bahwa dalam bahasa Inggris istilah lingkungan adalah environment. Selanjutnya dikatakan, lingkungan atau lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang ada pada setiap makhluk hidup atau organisme dan berpengaruh pada kehidupannya. Contoh, pada hewan seperti kucing, segala sesuatu di sekeliling kucing dan berpengaruh pada keberlangsungan hidup kucing tersebut maka itulah lingkungan hidupnya. Demikian pula pada suatu jenis tumbuhan tertentu, misalnya pohon mangga atau padi di sawah, segala sesuatu yang mempengaruhi pertumbuhan atau kehidupan tanaman tersebut itulah ling kungan hidupnya.
Menurut Undang-Undang Rl Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Selanjutnya, bagaimana untuk lingkungan hidup manusia? Tentunya Anda telah dapat menyimpulkannya bukan? Pada intinya bergantung pada apa dan siapa yang menjadi sorotan dan kajiannya. Jika manusia menjadi sorotan atau kajiannya, lingkungan hidupnya adalah segala sesuatu mulai dari udara yang menyentuh hidungnya sampai kepada benda-benda angkasa yang jaraknya ratusan juta kilometer dari planet bumi ini, jika mempengaruhi kehidupan di muka bumi ini maka menjadi lingkungan hidup bagi manusia.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa lingkungan atau lingkungan hidup adalah segala sesuatu (benda, keadaan, situasi) yang ada di sekeliling makhluk hidup dan berpengaruh terhadap kehidupan (sifat, pertumbuhan, persebaran) makhluk hidup yang bersangkutan. Lingkungan hidup baik faktor biotik maupun abiotik berpengaruh dan dipengaruhi manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat di manfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia karena lingkungan memiliki daya dukung. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di muka bumi.
Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada mampu menyeimbangkan keadaannya. Namun, tidak tertutup kemungkinan, kondisi demikian dapat berubah dengan adanya campur tangan manusia dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui batas.
Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa
hal, yaitu komponen-komponen yang terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi (arus energi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam suatu ekosistem. Salah satu faktor penyebab gangguan adalah polusi, di samping faktor-faktor yang lainnya.
Jika Anda memerhatikan makhluk hidup dalam habitatnya atau pada lingkungan tempat hidupnya sangatlah menarik, karena terjadi suatu jalinan yang sangat unik. Karena keunikan jalinan yang terbentuk maka mengundang perhatian manusia untuk menelaah lebih jauh lagi tentang lingkungan hidupnya. Hal tersebut mendorong lahirnya suatu disiplin ilmu yang secara khusus mengkaji mengenai seluk beluk antara hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekologi.

Ekologi Sebagai Ilmu yang Mempelajari Lingkungan Hidup
Ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup adalah Ekologi. Istilah ekologi untuk pertama kali diperkenalkan oleh Ernest Haeckel, seorang ahli biologi berkebangsaan Jerman. Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang artinya rumah tangga atau habitat dan logos yang artinya telaah atau ilmu.

1. Pengertian Ekologi
a. Miller, 1975 : Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya. (Darsono, 1995)
b. Otto Soemarwoto : Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. (Darsono, 1995)

2. Ilmu Pendukung Ekologi
a. Environmentaly (ilmu-ilmu lingkungan) : klimatologi, hidrologi, oseanografi, fisika, kimia, geologi, dan analisis tanah.
b. Ilmu-ilmu fisik : perilaku hewan, taksonomi, psikologi, dan matematika.

3. Aspek Utama Ekologi
a. Studi tentang hubungan organisme atau grup organisme dengan lingkungannya.
b. Studi tentang hubungan antara organisme atau grup organisme terhadap lingkungannya.
c. Studi tentang struktur dan fungsi alam.

4. Prinsip-Prinsip Utama Ekologi
a. Interaksi (interaction)
b. Saling ketergantungan (interdependence)
c. Keanekaragaman (diversity)
d. Keharmonisan (harmony)
e. Kemampuan berkelanjutan (sustainability).

Jenis-jenis Lingkungan Hidup
  1.  Lingkungan Hidup Alami.                                                                                                   Lingkungan hidup alami merupakan lingkungan bentukan alam yang terdiri atas berbagai sumber alam dan ekosistem dengan komponen-komponennya, baik fisik, biologis. Lingkungan hidup alami bersifat dinamis karena memiliki tingkat heterogenitas organisme yang sangat tinggi.
  2.  Lingkungan Hidup Binaan/Buatan.                                                                                      Lingkungan hidup binaan/buatan mencakup lingkungan buatan manusia yang dibangun dengan bantuan atau masukan teknologi, baik teknologi sederhana maupun teknologi modern. Lingkungan hidup binaan/buatan bersifat kurang beraneka ragam karena keberadaannya selalu diselaraskan dengan kebutuhan manusia.
  3.  Lingkungan Hidup Sosial.                                                                                                        Lingkungan hidup sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial dalam masyarakat. Lingkungan hidup sosial ini dapat membentuk lingkungan hidup binaan tertentu yang bercirikan perilaku manusia sebagai makhluk sosial. Hubungan antara individu dan masyarakat sangat erat dan saling mempengaruhi serta saling bergantung.
Read More