PENGUKUHAN FK KIM OLEH BAPAK BUPATI LUMAJANG


PENGUKUHAN FK KIM SE-KAB. LUMAJANG

Kelompok Informasi Masyarakat yang selanjutnya disingkat dengan KIM , adalah lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat secara khusus sebagai layanan informasi masyarakat terhadap isu-isu pembangunan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan dilantiknya pengurus FK KIM se-Kab. Lumajang Desa Pasrujambe pada tanggal 19 Oktober 2017 yang mana acara tersebut merupakan rentean dari Tilik Desa yang bertempat di Desa Pasrujambe, maka FK KIM se-Kab. Lumajang sudah resmi dibentuk, 
Tujuan FK KIM dilantik adalah :

  1. Sebagai mitra pemerintah dalam penyebarluasan, sosialisasi dan desiminasi informasi pembangunan kepada masyarakat;
  2. Sebagai mediator komunikasi dan informasi pemerintahan dan pembangunan secara timbal balik dan berkesinambungan;
  3. Sebagai forum media untuk pelayanan komunikasi dan informasi pemerintahan dan pembangunan.
Disamping memiliki tujuan FK KIM juga memiliki Fungsi, Tugas dan Peran yang meliputi :
1. Fungsi :

  • sebagai wahana untuk penerimaan, pengelolaan  dan penyebaran informasi pemerintahan dan pembangunan kepada masyarakat 
  • Sebagai wahana interaksi dan berkomunikasi antar masyarakat/anggota KIM, antara masyarakat/anggota KIM dengan pemerintah ;
  • Sebagai peningkatan media literacy dilingkungan anggota ;
  • Sebagai lembaga swadaya masyarakat yang memiliki dampak dan nilai ekonomis melalui pengelolaan informasi 
  • Sebagai ajang silaturahmi antar anggota masyarakat dan antara masyarakat dan pemerintah untuk memperkokoh kebersamaan,  persatuan dan kesatuan
2. Tugas 
  • Mewujudkan masyarakat yang dinamis, peduli dan peka terhadap arus informasi
  • Memberdayakan masyarakat agar memiliki kecerdasan dalam mencerna, memilih dan  memilah informasi yang menjadi kebutuhannya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya ;
  • Menjadikan KIM sebagai katalisator dan dinamisator dalam memelihara dan meningkatkan semangat kegotongroyongan dan  kebersamaan dalam masyarakat
3. Peran :
  • Memanage Informasi, yaitu mencari, mengumpulkan, mengelola dan mendesiminasikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya 
  • Mediasi Informasi, yaitu menjembatani arus informasi antar anggota masyarakat, antara masyarakat dengan pemerintah 
  • Mengedukasi Insan Informasi, yaitu meningkatkan sumber daya masyarakat di bidang informasi, agar memiliki kecerdasan dalam menerima terpaan arus informasi
penulis : Zaenal Abidin (zaeabid413@gmail.com)
Read More

grebeg nusantara Kirab merah putih di kecamatan pasrujambe


PASRUJAMBE , Grebek Nusantara Kirab Merah Putih yang dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2017 di Kecamatan Pasrujambe,  merupakan kegiatan dimana asal muasal kegiatan ini dilakukan dari wangsit dari saudara Rudi yang selalu mendapat mimpi didalam mimpinya dia (rudi) diperintahkan untuk mengitari kabupaten lumajang khususnya di wilayah Kecamatan pasrujambe.
dari mimpinya kemudian bersama Saudara Imam (teman),menindaklanjuti ke Keraton Jokja tentang mimpinya ternyata di wilayah kec. Pasrujambe khususnya Desa Kertosari ada makam yang masih ada hubungannya dengan keturunan Keraton Jokyakarta yaitu makam Mbah Joyodipo yang sering dikenal dengan nama Makam Mbah DIPO.

Read More

PEMBAGIAN HONOR GURU NGAJI AMAN DAN TERTIB

pembagian honor
tanggal 18 Desember 2014 dipendopo kecamatan pasrujambe, telah dilaksanakan Pembagian Honor Guru Ngaji.









"yang ditunggu - tunggu akhirnya cair juga " kata salah satu guru ngaji dan merupakan salah satu anggota KIM Pasrujambe,

keadaan pembagian honor sangat tertib , tempat yang sangat pas dengan tikar terpasang dipendopo kecamatan pasrujambe, sesuai dengan pokok kegiatan yaitu "pembagian honor guru ngaji"
Read More

Loji Belanda

Loji Peninggalan Belanda
Kawasan ini dikenal sebagai Loji Besuk Sat. Loji merupakan sebuah bangunan peninggalan Belanda, bisa berupa rumah tinggal bagi pejabat pemerintahan di masa Belanda atau rumah untuk pos penjagaan. Loji yang di Besuk Sat ini diperuntukkan sebagai pos penjagaan untuk mengantisipasi banjir dari Gunung Semeru. Persis di bawah Loji, kira-kira 50 meter ke bawah terdapat sungai (kali atau besuk), yang merupakan jalur lahar. Sungai ini cukup luas, jika musim penghujan sungai ini meluap dan suaranya menggetarkan jantung saking derasnya arus airnya.
Bangunan yang bersejarah ini berdiri di tengah-tengah perkebunan jagung, sangat representative sebagai tempat penginapan. Dilengkapi dengan deretan kamar mandi dan WC yang airnya langsung dari mata air. Ada tiga gazebo sebagai tempat bercengkerama bersama keluarga atau kolega di bawah keteduhan pohon rambutan dan kenitu. Jika sudah musimnya, kedua jenis buah-buahan itu bisa dipetik langsung tanpa harus memanjat pohonnya.
Nuansa alam yang menggelitik kalbu berpadu dengan pusat pelatihan rekreatif berupa outbound/outing lengkap dengan flying fox dan perangkat rekreatif lainnya. Para pelajar yang ingin memacu adrenalinnya dengan menjajal keberaniannya melintasi sungai dengan dua utas tali baja di atasketinggian sekitar 25 meter dari tanah, atau para eksekutif muda yang ingin melepaskan kejenuhannya di kantor, kawasan ini sangat representative sekali.
Atau anak-anak yang ingin berjalan-jalan di udara, meniti tali dari pohon ke pohon atau berayun-ayun dari cabang ke cabang pohon, tempat ini menjanjikan sekali bagi pembentukan karakter dan motivasi mereka. Di sini semua ada, jika menginginkan penginapan tradisional di rumah-rumah penduduk, atau belajar bagaimana memasak di atas tungku tanah dan mencoba membuat api dengan meniup bara menjadi api suasananya memungkinkan sekali.

Semua itu berada di atas ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut dengan latar belakang Gunung Semeru nun jauh di sana. Jika langit sedang cerah, kita bisa melihat Gunung Semeru mengeluarkan asapnya disertai dentuman-dentuman kecil. Ini menandakan bahwa gunung tertinggi di Pulau Jawa itu (3.676 meter dpl) dalam kondisi aman. Gunung ini memliki karakteristik yang unik, jika sering mengeluarkan letusan-letusan kecil berarti normal. Sebaliknya jika tiga atau empat hari tidak meletus sekalipun, pertanda bahwa ada yang ‘salah’ dengan gunung tersebut. Penduduk sekitar sudah paham, sehingga mereka segera waspada. Ini tandanya akan ada letusan besar yang sangat ditakuti penduduk
Read More

Struktur Organisasi


Read More